![]() |
kegiatan ini menghadirkan dua agenda utama, yakni Lapak Buku dan Nonton Bareng (Nobar) Film "Pesta Babi".
Dengan mengusung tema besar "Mencari dan Membongkar", diskusi ini lahir dari kesadaran mendalam para pelajar dan mahasiswa Siriwo akan pentingnya membangun budaya literasi di era globalisasi.
"Di era global ini, kami sadar bahwa membudayakan membaca dan menulis (literasi) adalah jalan satu-satunya untuk menemukan ketidakadilan sekaligus menemukan jati diri kami yang sebenarnya. Ini penting agar anak-anak Siriwo, dan orang Papua pada umumnya, layak bersaing di tingkat global," ujar perwakilanIPMS.
Menanam Hal Kecil untuk Masa Depan yang Besar. IPMS meyakini bahwa perubahan besar tidak terjadi secara instan. Apa yang diinisiasi hari ini merupakan fondasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Papua yang kritis dan berwawasan luas.
Proses Bertumbuh: Ibarat pohon yang tidak langsung berbuah, dunia literasi juga membutuhkan proses pembinaan.
Tujuan Utama: "Membina dan membongkar" menjadi alasan sekaligus kerinduan besar IPMS agar generasi muda Siriwo siap menghadapi tantangan di masa depan.
Refleksi Film "Pesta Babi" dan Realitas Sosial Papua.
Selain lapak buku, agenda nonton bersama film "Pesta Babi" menjadi pemantik diskusi yang hangat. Bagi kader IPMS, film tersebut bukan sekadar visualisasi ritual adat, melainkan refleksi nyata dari realitas yang sedang dialami oleh masyarakat Papua hari ini.
Dalam sesi diskusi, para peserta menyoroti bagaimana Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Papua kerap kali dijadikan komoditas politik dan ekonomi oleh program-program pusat, yang dinilai belum berpihak sepenuhnya pada kesejahteraan rakyat lokal.
IPMS menegaskan bahwa ketidakadilan sistemik seperti ini merupakan bentuk tindakan anarkis yang nyata terhadap hak-hak masyarakat asli Papua.
Apresiasi dan Harapan
Di akhir kegiatan, penyelenggara menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar IPMS yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk menyukseskan agenda ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal intelektual yang matang bagi para pelajar dan mahasiswa, sehingga ke depan mereka dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam Siriwo serta mengangkat harkat dan martabat manusia Siriwo, dan Papua pada umumnya.
Penulis Melkias Butu


0 Komentar