Puisi Wanita Paling Kuat dalam Hidupku (Amaii Butuu Apii), oleh: Katrin Petege Amaii....... Namamu selalu hidup dalam…
Baca selengkapnyaPuisi Di ambang waktu yang terus bergulir, Aku masih di sini, terpaku pada satu muara. Menghitung detik yang jatuh …
Baca selengkapnyaPuisi Di bawah langit yang hari ini menjadi saksi, Kita memahat sejarah di atas batu waktu. Bukan sekadar tawa atau…
Baca selengkapnyaPuisi Di lengkung bibirmu yang ranum itu, Ada mentari yang terbit dengan malu-malu. Cahayanya hangat, menyentuh set…
Baca selengkapnyaPuisi Di atas pasir yang memanjang di teluk ini, Langkahku berat, mengeja jejak yang mulai sunyi. Jembatan Merah be…
Baca selengkapnyaPuisi Di persimpangan yang sunyi ini, Aku berdiri menatap langit yang kian menjauh, Membawa pergi mimpi-mimpi yang du…
Baca selengkapnyaPUISI Di ufuk Dogiyai, fajar Paskah merayap malu, Tahun ini, lonceng gereja berdentang membawa pilu. Tak ada tawa yan…
Baca selengkapnyaFoto pribadi penulis Di sudut ruang yang kau sebut biasa, Aku duduk mengeja setiap gerakmu, Menyusun doa di sela taw…
Baca selengkapnyaFoto pribadi penulis Di sudut meja yang sama, aku masih memesan dua cangkir cerita, meski kepul uapnya kini hanya men…
Baca selengkapnyaPuisi: Melkias Butu Langkah ini bukan lagi soal jarak, tapi tentang betapa beratnya debu yang menempel di pundak. Wa…
Baca selengkapnyaPuisi Oleh Melkias Butu Di dahi ada bekas luka yang tak mau pudar, Kau raba setiap malam, hingga perihnya menjalar. Ka…
Baca selengkapnyaDi kursi kosong yang kini mendingin, Suaramu masih samar tertinggal di udara. Seperti gema yang enggan menjauh, Mengula…
Baca selengkapnyaFoto istimewa MajalahMaaUgai.Com Selamat Tahun baru Di bawah naungan langit Port Numbay yang biru, Kita melangkah men…
Baca selengkapnyaKo salah apa? hingga ketika musik mengalun,ketika manusia ingin menari sejenak dari luka, hadirmu berubah menjadi ter…
Baca selengkapnyaOleh: Katrin Petege Hari ini, di tanah yang pernah hanya sunyi dan kosong, kami berdiri bersama, di bawah nama besa…
Baca selengkapnyaOleh: Edison Tebai Di Antara celah dan lemah, Mimpi-mimpi lahir diatas Tanah penuh harapan. Releng Gunung Abepura, t…
Baca selengkapnyaOleh: Palpi Butu Di tanah yang jauh dari kampung halaman, kami berdiri membawa harapan. Simapitowa, asrama swadaya pen…
Baca selengkapnyaDi kaki AB gunung yang teduh, di mana kabut pagi menulis puisi di udara, kami berdiri anak-anak dari lembah, dari pesi…
Baca selengkapnyaOleh : Mikael Dogomo Keinginan terlahan dimensi, waktu kian rendup, luka tumbuh sanubari, tergores oleh mimpi yang sam…
Baca selengkapnyaOleh: Andrias Tebai Pembangunan Asrama, dibagun dengan tanah lapang, rencana terhampar.Tiang-tiang baja mulai memancar…
Baca selengkapnya
Social Plugin