Dukungan besar kembali datang untuk perjuangan panjang mahasiswa RPM SIMAPITOWA Kota Studi Jayapura. Melalui pertemuan khusus antara Ketua Panitia Turnamen SIMAPITOWA VII, Badan Pengurus RPM SIMAPITOWA, dan Bupati Nabire, Bapak Mesak Magai, S.Sos., M.Si., yang digelar di Lapangan Kodim Nabire, sore hari yang penuh makna itu menjadi saksi lahirnya komitmen nyata dari pemerintah daerah.
Dalam suasana hangat dan penuh semangat kekeluargaan, Bupati Nabire menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan Asrama Swadaya Mahasiswa RPM SIMAPITOWA di Kota Jayapura sebuah impian yang telah lama diupayakan oleh para pelajar dan mahasiswa asal Distrik Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo, dan Wanggar.
Melalui disposisi resmi, Bupati Mesak Magai menyetujui bantuan dana sebesar Rp 1 miliar (satu miliar rupiah). Dukungan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi simbol kepedulian nyata pemerintah terhadap perjuangan mahasiswa Papua Tengah yang sedang menimba ilmu di tanah rantau.
“Kami memahami pentingnya kehadiran asrama bagi mahasiswa. Ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi rumah bagi tumbuhnya generasi muda yang berpendidikan dan berkarakter,” ujar Bupati Mesak Magai dalam pertemuan tersebut.
Pembangunan asrama ini diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar, mempererat solidaritas, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa SIMAPITOWA di Jayapura.
Dukungan besar ini tidak hadir begitu saja. Selama tujuh tahun terakhir, mahasiswa RPM SIMAPITOWA konsisten mengadakan Turnamen SIMAPITOWA Cup, sebuah ajang olahraga yang bukan sekadar pertandingan, tetapi juga wadah penggalangan dana dan solidaritas.
Panitia dari setiap angkatan mulai dari Turnamen I yang dipimpin oleh Bapak Emanuel Magai, hingga Turnamen VII di bawah koordinasi Yulianus Gobai telah berjuang menjaga api semangat ini tetap menyala. Setiap turnamen menjadi ajang pertemuan masyarakat Mapia, Siriwo, Piyaiye, Topo, dan Wanggar dari berbagai daerah, membawa sumbangan tenaga, doa, dan dana demi satu tujuan: berdirinya asrama swadaya di Jayapura.
“Kami tidak akan menyerah. Setiap panitia dari turnamen ke turnamen adalah bukti nyata bahwa semangat membangun tidak akan padam,” ujar Ketua Panitia Yulianus Gobai dengan mata berkaca-kaca.
Dukungan Bupati Nabire menjadi kabar gembira yang disambut dengan penuh rasa syukur oleh para mahasiswa. Mereka menilai, bantuan ini merupakan bukti bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir di balik meja, tetapi benar-benar berdiri bersama anak muda di garis perjuangan pendidikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Mesak Magai. Bantuan ini bukan hanya uang, tapi simbol kepercayaan dan kasih untuk kami mahasiswa,” ujar Ketua panitia
Para mahasiswa juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung selama turnamen berlangsung baik masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, maupun para alumni yang turut menjaga keamanan dan semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
“Kekompakan ini yang membuat kami kuat. Kami tidak hanya membangun asrama, tetapi juga membangun harapan,” tambahnya.
Kini, dengan dukungan dari Bupati Nabire, mahasiswa RPM SIMAPITOWA semakin optimis bahwa pembangunan Asrama Swadaya Kota Studi Jayapura akan segera terwujud. Asrama ini akan menjadi rumah kedua bagi generasi penerus Papua Tengah tempat di mana doa, perjuangan, dan cita-cita bersatu dalam satu ruang yang penuh harapan.
Mereka bertekad untuk terus menjaga semangat gotong royong dan meneruskan perjuangan hingga asrama itu berdiri kokoh di tanah Jayapura.
“Kami akan menjaga kepercayaan ini. Bantuan Bapak Bupati akan menjadi batu pertama dari rumah besar perjuangan kami,” ucap seorang mahasiswa dengan nada haru.
Dari Nabire mengalir dukungan, dari Jayapura tumbuh harapan. Dan di antara keduanya, ada semangat bersama yang tak pernah pudar semangat untuk membangun, belajar, dan berjuang bagi masa depan Papua Tengah yang lebih baik.
Penulis Yulianus Gobai Panitia Pelaksana Turnamen Simapitowa di Nabire

1 Komentar
Luar biasa pimpinan🙏
BalasHapus