SIRIWO – Perayaan Natal Mahasiswa Siriwo yang dirangkaikan dengan Natal Sekolah ke-4 berlangsung penuh makna di Kampung Ugida, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua, Senin (29/12/2025).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah dan perayaan iman, tetapi juga diisi dengan edukasi kesehatan serta pelestarian lingkungan bagi generasi muda.
Natal Mahasiswa Siriwo ini digelar oleh gabungan pelajar dan mahasiswa Siriwo dengan tujuan mempererat kebersamaan, menumbuhkan toleransi, serta menanamkan nilai kasih dan kepedulian sosial di kalangan pelajar, mahasiswa, orang tua, dan masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan ibadah Natal yang dipimpin oleh Fr. Guntur. Ibadah mengusung tema “Kami Anak Siriwo Bersinar dalam Terang Natal” dengan subtema “Menjadi Terang bagi Keluarga, Teman Sekolah, dan Kampung”, yang berlandaskan firman Tuhan dari Injil Matius 5:14–16.
Dalam khotbahnya, Fr. Guntur mengajak generasi muda Siriwo untuk menjadi terang dan teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Ia menekankan pentingnya iman yang diwujudkan melalui perbuatan nyata yang membawa dampak positif bagi sesama.
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah materi edukatif. Materi pertama disampaikan oleh Marselus Magai, yang mengangkat tema pentingnya pencegahan HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya. Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan tubuh merupakan tanggung jawab pribadi yang harus disadari sejak dini.
“Tubuh yang sehat akan menunjang aktivitas kita sehari-hari. Karena itu, generasi muda harus menjaga diri dan menghindari perilaku berisiko,” ujarnya di hadapan peserta Natal Mahasiswa Siriwo.
Materi kedua disampaikan oleh Yohanes Butu, yang membahas pentingnya menjaga sumber daya alam (SDA) di wilayah Siriwo. Menurutnya, alam bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga memiliki nilai sakral yang harus dijaga secara turun-temurun.
“Adik-adik adalah agen perubahan bagi masa depan Siriwo. Mari kita bersama-sama melindungi sumber daya alam yang kita miliki,” kata Butu.
Ia juga menyampaikan rencana pemasangan baliho imbauan di ruas jalan trans Siriwo, khususnya di lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah sembarangan oleh kendaraan yang melintas menuju hulu Sungai Degeuwo.
Sementara itu, Kepala Desa Pouto, David Tagi, dalam kesempatan yang sama mengingatkan pelajar, mahasiswa, serta pemuda-pemudi Siriwo untuk menghindari pergaulan bebas demi mencegah penyebaran HIV/AIDS yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
“Penyakit itu datang dari kita dan kembali kepada kita. Jika kita sengaja menjemputnya, maka kita sendiri yang akan menderita dan merepotkan orang lain,” tegas Tagi.
Perwakilan Kampung Tibai, Yulianus Degei, turut menyampaikan permohonan maaf karena tidak terlibat dalam proses persiapan Natal Mahasiswa Siriwo. Ia berharap ke depan pihaknya dapat dilibatkan agar kebersamaan antarwilayah di Siriwo semakin kuat.
“Kami berterima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan Natal sekolah ini dengan baik dan sukses,” ujarnya.
Ketua Panitia Natal, Marselus Magai, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pastor, orang tua, intelektual, pelajar, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, baik secara moril maupun materiil.
“Kiranya sukacita Natal membawa damai, kasih, dan pengharapan baru bagi kita semua, serta meneguhkan anak-anak Siriwo untuk terus bertumbuh dalam iman, karakter, dan persaudaraan,” katanya.

0 Komentar