JAGA HUTAN PAPUA JANGAN JADIKAN LAHAN SAWIT

 

Oleh: Marius Semu

Dalam pertemuan Rapat Percepatan Pembangunan Papua (PRPPP) bersama Bupati dan Gubernur se-antero Papua yang di gelar di Istana Merdeka Jakarta pada bulan Desember 2025. Pertemuan itu di pimpin langsung oleh Preseden Prabowo di dampingi Wakil Presiden dan Mentri – mentri. Prabowo menegaskan bahwa Papua harus di tanami Kelapa Sawit untuk menghasilkan BBM nabati. Pernyataan ini sempat viral di media sosial. Banyak netizen menilai bahwa pernyataan Presiden tersebut tidak selaras dengan keinginan rakyat Papua. Presiden tidak belajar dari bencana banjir di Ace.

kritik tajam datang dari berbagai tokoh, Salah satunya datang dari Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disapa Ahok mantan Gubernur Jakarta.  Ahok menilai wacana Prabowo Subianto ingin Papua ditanam Sawit tidak relefan karena penanaman Sawit akan mengganggu ekosistem hutan dan mengganggu hewan - hewan yang hidup di hutan. “jika sawit di tanam di Papua maka kita akan kehilangan hutan primer. Kelapa Sawit bukan solusi untuk memajukan ekonomi Papua.” Hal itu disampaikan melalui saluran video singkat di akun youtube pribadinya. Saya setuju dengan pernyataan Ahok. Hutan bagi masyarakat Papua adalah kehidupan. Tempat mereka berkebun dan berburu. Orang Papua kehilangan hutan maka orang Papua kehilangan masa depan. Oleh sebab itu Presiden Prabowo dan jajarannya dalam mengambil kebijakan harus mengedepankan kepentingan dan kesejateraan bagi masyarakat Papua.

Hutan Papua adalah rumah bagi hewan dan Mama bagi masyarakat adat yang mendiami alam Papua. Bukan hanya itu, Hutan Papua merupakan hutan primer yang tersisa dan menjadi salah satu penghasil oksigen dunia. Seperti yang dimuat dalam Econusa: hutan primer papua penting sekali dan harus dijaga karena berfungsi sebagai reservois keaneka ragam hayati global. Hutan papua menjadi salah satu harapan terakhir ditengah Pemanasan Global yang semakin parah. Pernyataan ini menegaskan bahwa hutan papua selain menjadi sumber kehidupan masyarakat di papua, hutan tropis papua juga menjadi benteng terakhir yang harus di lindungi dan dilestarikan sebab hutan tropis papua memiliki peran penting dalam menghambat laju Pemanasan Global. Dengan demikian pemerintah harus mengedepankan perlindungan hutan primer yang ada di Papua dari penebangan liar dan pembabatan hutan secara skala besar untuk ditanami kelapa sawit.

Penanaman kelapa sawit bukan hanya mengancam hutan dan aneka hewan yang hidup dalam hutan, tetapi juga mengancam hak adat. Kritikan datang juga dari organisasi lingkungna hidup independen terbesar dan tertua di Indonesia Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesi) kritik usulan Presiden Prabowo ekspansi sawit dan tebu di Papua “wacana ekspansi kebun kelapa sawit dan tebu dianggap sebagai ancaman terhadap hak adat masyarakat papua, kelestarian hutan adat, ketahanan pangan lokal dan keberlanjutan hidup.” di langsir dari Kompas.com. kebijakan Prabowo swasembada pangan dan energi yang dirancang bersama kepala kepala daerah 6 provinsi Papua cenderung mengutamakan kepentingan korporasi atas lahan yang luas, tidak berbasis pada kepentingan dan kearifan lokal yang ada. Sehingga penanaman kelapa sawit dan tebuh di nilai berpotensi menimbulan deforestasi hutan berskala besar dan berpotensi menimbulkan konflik antara masyarakat di papua.

GreenPeace juga telah melayangkan kritik kerasnya terhadap kebijakan Prabowo yang mendorong penanaman kelapa sawit secara massif di Papua. Greenpeace berpendapat bahwa pembukaan lahan besar besaran untuk perkebunan kelapa sawit akan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah, serupa dengan bencana yang terjadi di Sumatra dan Kalimantan. bukan hanya kerusakan hutan tertapi juga berdampak pada sosial dan masyarakat Papua: pembukaan lahan sawit juga akan berdampak negatif pada masyarakat adat Papua, yang turun temurun mengelola dan bergantung pada hutan mereka. Hutan tersebut adalah tanah Ulayat, bukan tanah kosong yang bebas diolah sesukanya.

Oleh sebab itu, pemerintah Pusat dan Daerah dalam mengambil kebijakan terutama di indosensia bagian timur lebih khususnya di Papua harus mengedepankan hak - hak mendasar, kepentingan dan juga kesejahteraan masyarakat Papua. Sebab Papua merupakan tanah adat yang harus di junjung tinggi oleh berbagai pihak terutama pemerintah pusat yang selalu mengedepankan eksploitasi sumberdaya alam di Papua secara masif tanpa melihat ketimpangan yang terjadi pada masyarakat di Papua.

 

Penulis adalah mahasiswa jayapura yang sedang menyanyam studi di USTJ

 

 

Posting Komentar

0 Komentar