Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Wamena, Sopater Sam Ajak Guru dan Pelajar Jaga Persatuan


Wamena – Anggota MPR RI, Sopater Sam, ST, mengajak para guru dan pelajar di SMA Negeri 1 Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebangsaan melalui pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Sopater Sam saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula SMA Negeri 1 Wamena, Jalan SD Percobaan No. 30, Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, serta siswa-siswi SMA Negeri 1 Wamena.

Dalam kegiatan itu, Sopater menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Guru tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga berperan membentuk karakter, kedisiplinan, dan sikap saling menghormati di kalangan pelajar.

Menurutnya, pengamalan Pancasila perlu diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan sekolah, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, menaati aturan, hingga membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa.

“Pancasila jangan hanya kita hafalkan sebagai lima sila, tetapi yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila itu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pelajar, penerapannya bisa dimulai dari lingkungan sekolah, seperti menghormati guru, menghargai teman, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain, serta menjaga persatuan dan kerukunan,” ujar Sopater Sam.

Ia mengatakan, guru memiliki peran strategis dalam memberikan teladan kepada peserta didik. Nilai-nilai persatuan dan toleransi akan lebih mudah dipahami apabila diterapkan secara konsisten dalam proses belajar mengajar maupun dalam interaksi sehari-hari di sekolah.

Sopater juga mengingatkan para pelajar agar menghormati guru, menghargai sesama teman, dan tidak menjadikan perbedaan latar belakang sebagai alasan untuk saling menjauh.

“Di sekolah kita bertemu dengan teman-teman yang memiliki latar belakang, karakter dan pemikiran yang berbeda. Perbedaan itu harus kita hormati. Inilah salah satu bentuk pengamalan Pancasila. Kalau sejak di sekolah kita sudah belajar menghargai perbedaan dan hidup bersama dengan baik, maka nilai persatuan itu akan menjadi bagian dari karakter kita,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan karakter perlu berjalan seiring dengan peningkatan prestasi akademik. Para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Generasi muda hari ini adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan bangsa pada masa yang akan datang. Karena itu, selain mengejar prestasi akademik, para siswa juga harus membangun karakter, memiliki rasa tanggung jawab, menghormati orang lain dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya.

Selain itu, Sopater mengingatkan guru dan pelajar agar bijak menghadapi perkembangan teknologi dan informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, tanpa mengabaikan nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan toleransi.

“Anak-anak muda sekarang hidup di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat. Banyak hal bisa kita dapatkan melalui teknologi. Tetapi kita juga harus bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai perkembangan teknologi justru membuat kita melupakan nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong dan rasa cinta terhadap bangsa,” jelasnya.

Sopater berharap Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dapat memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik.

Ia juga mengajak para guru untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran dan keteladanan, sementara para pelajar diharapkan menerapkannya dalam hubungan dengan guru, teman, keluarga, dan masyarakat.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini, generasi muda semakin memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan, mencintai bangsa, menghargai perbedaan dan berkontribusi positif bagi masa depan Indonesia. Papua Pegunungan juga merupakan bagian penting dari Indonesia, sehingga generasi mudanya harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan tetap mampu menjaga nilai-nilai persaudaraan,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar