WAMENA – Anggota MPR RI Sopater Sam, ST mengajak generasi muda, khususnya para pelajar di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, untuk memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan Sopater Sam saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diikuti sekitar 150 siswa-siswi SMA YPPGI Wamena, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula SMA YPPGI Wamena, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan, sekaligus berdiskusi mengenai bagaimana nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan mereka sebagai generasi muda.
Dalam kegiatan itu, para peserta tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pertanyaan yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut yakni, bagaimana cara menanamkan Pancasila sebagai pelajar dalam kehidupan sehari-hari?
Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai pentingnya menjadikan Pancasila bukan hanya sebagai pengetahuan yang dipelajari di sekolah, tetapi juga sebagai pedoman dalam bersikap, berinteraksi dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, Sopater Sam menjelaskan bahwa pengamalan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan sekolah.
Menurutnya, seorang pelajar dapat menunjukkan nilai-nilai Pancasila melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, menaati aturan sekolah, menjaga persatuan, membantu sesama serta membangun hubungan yang baik dengan teman dan guru.
“Pancasila jangan hanya kita hafalkan sebagai lima sila, tetapi yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila itu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pelajar, penerapannya bisa dimulai dari lingkungan sekolah, seperti menghormati guru, menghargai teman, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain, serta menjaga persatuan dan kerukunan,” ujar Sopater Sam.
Ia mengatakan, keberagaman yang ada di lingkungan sekolah harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, bukan menjadi alasan untuk saling menjauh atau menimbulkan perpecahan.
“Di sekolah kita bertemu dengan teman-teman yang memiliki latar belakang, karakter dan pemikiran yang berbeda. Perbedaan itu harus kita hormati. Inilah salah satu bentuk pengamalan Pancasila. Kalau sejak di sekolah kita sudah belajar menghargai perbedaan dan hidup bersama dengan baik, maka nilai persatuan itu akan menjadi bagian dari karakter kita,” katanya.
Sopater juga mengingatkan para pelajar agar menggunakan masa pendidikan untuk membangun karakter, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
“Generasi muda hari ini adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan bangsa pada masa yang akan datang. Karena itu, selain mengejar prestasi akademik, para siswa juga harus membangun karakter, memiliki rasa tanggung jawab, menghormati orang lain dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya.
Ia menilai, penguatan wawasan kebangsaan menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman yang membawa berbagai perubahan dalam kehidupan generasi muda.
Menurut Sopater, kemajuan teknologi dan perkembangan informasi memberikan banyak manfaat bagi pelajar, namun harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi serta tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.
“Anak-anak muda sekarang hidup di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat. Banyak hal bisa kita dapatkan melalui teknologi. Tetapi kita juga harus bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai perkembangan teknologi justru membuat kita melupakan nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong dan rasa cinta terhadap bangsa,” jelasnya.
Ia berharap Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi, tetapi dapat memberikan dampak dalam kehidupan para siswa setelah kembali ke lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa tidak hanya mengetahui apa itu Empat Pilar MPR RI, tetapi benar-benar memahami maknanya dan mampu menerapkannya. Mulailah dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari lingkungan sekolah dan keluarga. Kalau nilai-nilai itu dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi kebiasaan dan membentuk karakter generasi muda,” ungkapnya.
Sopater Sam pun berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda di Papua Pegunungan.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini, generasi muda semakin memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan, mencintai bangsa, menghargai perbedaan dan berkontribusi positif bagi masa depan Indonesia. Papua Pegunungan juga merupakan bagian penting dari Indonesia, sehingga generasi mudanya harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan tetap mampu menjaga nilai-nilai persaudaraan,” pungkasnya.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diikuti sekitar 150 siswa-siswi SMA YPPGI Wamena tersebut berlangsung dengan adanya sesi penyampaian materi dan tanya jawab antara peserta dengan Sopater Sam.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

0 Komentar