Oleh : Mikael Dogomo
Keinginan terlahan dimensi, waktu kian rendup, luka tumbuh sanubari, tergores oleh mimpi yang sama tak usai. Keiginan ku, memilikimu kuyakini sekian tahun lamanya, pembangunan Asrama swadaya Rpm Simapitowa yang tertunda menjadi goresan kalbu yang tak kunjung sembuh. bagi kami bagaikan kehilangan induknya dari sanggar.
Dengan Cinta Kita melawan, melawan keraguan dalam diri, bersama organisasi, kita berjuang, berjuang untuk hidup. Usaikan goresan jiwa yang masih tersimpan sanubari. Ditiraikan Doa Tulus. Jangan biarkan luka terus membara dalam diri.
Rasa peduli terhadap piluh selalu eksis selama langkah ini masih tegak, ombak Pasifik berusaha mendobrak Pantai, namun jiwa tetap kokoh bagaikan batu karang walau ombak menghantamnya.
Kini sudah tahun 2025, pengobatan goresan luka itu mulai nampak, mahasiswa mahasiswi simapitowo mulai berlabuh, luka semakin melepas sayatan, Api cinta semakin membara. Kini waktunya usai semua asa dalam diri.
Kalian bagaikan dokter, mengobati rasa rindu, menghapus keraguan.
Kalian adalah dokter, mengobati jiwa-jiwa yang kehilangan arah Dan tujuan menjadi pelita harapan bagi kami Generasi Muda Simapitowa.
Cinta kami, semurni Mutiara papau, Harapan kami seluas Wilayah simapitowa, keiginan kami setinggi gunung weyland,
Keinginan terbesar kami dari lubuk hati yang paling dalam adalah Rumah. Rumah untuk berteduh dan belajar, belajar untuk hidup Dengan harmoni cinta yang diajarkan, "Dou Gai Ekowai"
Sentani, 21 November 2025

0 Komentar