![]() |
| Foto Sepasang Kekasih Santai di Kali kamorker (Yulianus Magai, wartawan Tribunnews dan istrinya) |
ini adalah sebuah narasi dalam bentuk puisi-cerpen (puitisasi prosa) yang dikembangkan dari ungkapan hati yang sangat mendalam. Selamat Membaca!!
Matahari mungkin tak pernah tahu seberapa dingin malam yang harus dilewati bumi untuk tetap terjaga. Begitu pun aku, seorang laki-laki yang berdiri di hadapanmu hari ini. Aku melihatmu bukan sekadar sebagai perempuan yang mendampingi langkahku, melainkan sebagai rumah tempat seluruh hidupku berlabuh.
Perempuan ini adalah istriku. Di dalam tubuhnya yang nampak tenang, tersimpan jejak-jejak perjuangan yang tak sanggup dibaca oleh mata orang asing. Ada bulan-bulan di mana ia memikul berat yang luar biasa, menahan rasa sakit yang menusuk tulang, hingga detik-detik saat ia bertaruh nyawa demi membawa satu jiwa baru ke dunia. Tidak semua orang tahu, dan mungkin dunia tak perlu tahu, tapi aku saksinya. Itu adalah pengorbanan besar yang tak punya tandingan.
Sebagai laki-laki, aku sadar sepenuhnya: Aku tak akan pernah benar-benar mengecap rasa sakit yang ia rasa. Aku tak akan pernah sepenuhnya memahami letih yang ia pikul.
Namun, satu hal yang terpahat di hatiku: Aku punya tanggung jawab untuk selalu ada di sampingnya. Aku akan menjaganya dengan seluruh kekuatanku, Aku akan menghormatinya lebih dari siapa pun, Aku akan menghargainya dalam keadaan apa pun—saat fajar menyapa dengan tawa, maupun saat mendung datang membawa lelah. Karena bagiku, ia bukan sekadar nama dalam dokumen pernikahan. Ia adalah ibu dari anak-anakku, ia adalah detak dalam nadiku, dan ia adalah kehormatan yang harus aku lindungi hingga garis akhir.
Di masa-masa seperti ini, aku paham bahwa seorang perempuan tidak butuh dihakimi oleh penilaian, tapi butuh dipeluk oleh perhatian. Ia tidak butuh tekanan yang menyesakkan, tapi dukungan yang melapangkan. Ia tidak butuh ditinggalkan, ia butuh kehadiran.
Akhir yang Tak Tergoyahkan, Aku bangga memilikinya. Aku berdiri tegak di belakangnya untuk menjadi sandaran, dan aku berdiri di depannya untuk menjadi pelindung.
Apapun yang terjadi, badai sekeras apa pun yang menghantam, aku tetap di sini. Di sampingnya. Selalu.
Tulisan ini Sederhana Tetapi bermakna untuk saling percaya dan saling mendukung dalam suatu hubungan.
Penulis Melkias Butu

0 Komentar