Puisi Wanita Paling Kuat dalam Hidupku (Amaii Butuu Apii), oleh: Katrin Petege
Amaii.......
Namamu selalu hidup dalam setiap langkahku, dalam setiap doa yang kupanjatkan diam-diam. Kau adalah cerita tentang kekuatan,yang tak pernah habis meski waktu terus berjalan.
Di balik wajahmu yang sederhana,ada ribuan luka yang tak pernah kau perlihatkan. Di balik senyum yang teduh terpancar, Ada jejak lelah yang tak pernah keluhkan.
Amaii....
Nama yang menggema sebagai doa, Sosok tangguh yang menjadi tiang di setiap badai hidupku.
Mama....
Engkau adalah definisi kekuatan yang tak bersuara. Dalam diammu, ada kesabaran seluas samudera. Dalam doamu, ada harapan yang memahat masa depanku. Tak ada kata yang sanggup melukiskan pengorbananmu, Kau adalah Wanita paling kuat yang Tuhan pinjamkan untuk menjagaku
Di balik tawamu yang hangat,ada lelah yang kau sembunyikan dalam diam. Namun kau tetap berdiri, tetap melangkah, tetap menjadi tempatku pulang, saat dunia terasa begitu asing.
Mama…
aku tahu hidup tidak selalu baik padamu,hari-hari berat sering datang tanpa permisi.
Tapi kau tidak pernah menyerah,kau ajarkan aku arti bertahan tanpa harus banyak bicara.
Kau bekerja tanpa kenal waktu, mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan perasaanmu, hanya untuk melihatku tetap tersenyum, hanya untuk memastikan aku baik-baik.
sering kali…aku lupa bertanya,“Bagaimana dengan Mama?”
Maafkan aku, Mama…
kalau aku belum bisa membalas semua pengorbananmu, kalau aku masih sering membuatmu khawatir, kalau aku belum menjadi yang kau harapkan.
Tapi percayalah…di setiap langkahku, ada doa untukmu.
Di setiap mimpiku, ada harapan untuk membahagiakanmu.
Aku ingin suatu hari nanti, kau bisa beristirahat tanpa beban, tersenyum tanpa menyimpan luka, bangga melihat aku berdiri kuat sepertimu.
Mama,…
kau bukan hanya seorang ibu, kau adalah guru kehidupan, kau adalah pelindung dalam diam, kau adalah rumah yang selalu menerima tanpa syarat, tanpa batas.
Jika dunia bertanya siapa wanita terkuat,aku tidak akan ragu menjawab..... itu adalah kamu, Amaii.
Sampai kapan pun, aku akan selalu mencintaimu, lebih dari kata-kata yang sering ku rangkai bait demi bait.
Terima kasih, Amaii, Sebab tanpamu, aku hanyalah sebutir debu yang hilang arah.
Engkaulah pelita, engkaulah rumah, Dan engkaulah cinta yang paling murni yang pernah aku kenal.
Jayapura: 14 Aplir 2026
Karya : Katrin Petege
(Amaii) merupakan bahasa Mee wilayah Mapia yang disebut (Mama).
(Butu) adalah marga.
(Puisi ini di dipersembahkan untuk Mama terkasih).

0 Komentar