![]() |
Oleh: Melkias Butu
Di sudut matamu yang pernah melahirkan rasa. Memikat hati, mewarnai kehidupan. Kau tanam biji wewangian di ladang hatiku
Harumnya tumbuh menyemai beribu janji. Tali temali terikat seolah kita sepasang sepatu. Akan seirama dalam berjalan...
Namun di ujung musim berganti warna, Kesetiaanmu luntur bersama hujan. Dan harum itu hanya menjadi kenangan. Sebab angin telah berputar arah, Tak lagi menebar wewangian cinta.
Hingga telapak tanganku mulai mengering menadah pinta tanpa jawaban. Serak suaraku bagai tersumbat duri. Tak bisa lagi aku mengeja kata cinta, kecuali secuil kata kecewa yang terus kuserukan dalam batin.
Kemana lagi langkah harus kutuju, Sedangkan bayanganku sudah mulai letih mengikuti Sejak ini. Haruskah raga ikut terbenam bersama mentari menuju kelam.
Lokasi Rpm Simapitowa: 13 November 2025

0 Komentar