![]() |
| Foto Pribadi Penulis Puisi Katrin Petege |
***
Malam lagi-lagi belum selesai,
jam di dinding terus berjalan
sementara mataku masih sibuk
menghitung banyak hal
yang belum sempat tercapai.
Lampu kamar redup,
angin malam masuk perlahan,
dan aku masih duduk
bersama tugas, pikiran,
serta mimpi-mimpi
yang terlalu besar untuk ditinggalkan.
Kurang tidur
sudah jadi teman akrab akhir-akhir ini,
bukan karena tidak ingin beristirahat,
tetapi karena ada harapan
yang terus mengetuk kepala
dan berkata,
“bertahan sedikit lagi.”
Kadang tubuh ingin menyerah,
bahu terasa berat,
mata sulit terbuka,
namun hati masih keras kepala
ingin sampai pada tujuan
yang bahkan jalannya belum jelas.
Aku tahu,
tidak semua perjuangan
langsung terlihat hasilnya.
Ada malam-malam panjang
yang hanya diisi lelah
dan pertanyaan,
“apa semua ini akan berhasil?”
Tapi di balik mata panda,
di balik kopi yang mulai dingin,
di balik tidur yang selalu tertunda,
ada mimpi yang tumbuh diam-diam.
Mimpi untuk membahagiakan orang tua,
mimpi untuk pulang
dengan cerita keberhasilan,
mimpi untuk berdiri tegak
setelah sering diremehkan keadaan.
Aku mungkin sering kelelahan,
sering merasa sendiri,
bahkan kadang menangis diam-diam
saat semua orang sudah tertidur.
Namun aku percaya,
setiap orang punya waktunya sendiri
untuk bersinar.
Jadi malam ini
biarkan aku tetap terjaga sebentar lagi,
mengejar sesuatu
yang belum bisa kugapai hari ini.
Karena meski kurang tidur,
aku masih punya banyak mimpi.
Dan selama mimpi itu masih hidup,
aku juga akan tet
ap bertahan hidup.
Karya Katrin Petege
Gubuk Timepa, 21 Mei 2026

0 Komentar