Selesaikan Tugasku, Lalu Pulang

 

*Foto Pribadi Penulis Puisi Katrin Petege *

**puisi**


Malam datang perlahan,

membawa sunyi yang begitu panjang.

Lampu kamar masih menyala,

sementara mataku mulai lelah menahan semuanya.

Di atas meja ada tumpukan tugas,

catatan yang belum selesai,

dan pikiran yang terus berisik

tentang banyak hal yang belum tercapai.


Kadang aku bertanya pada diri sendiri,

“sebenarnya kuat sampai kapan?”

Sebab hari-hari terasa berat,

dan langkah ini sering goyah di tengah jalan.

Ada rindu yang diam-diam tumbuh,

ada ingin yang tak pernah benar-benar hilang:

ingin istirahat tanpa memikirkan apa-apa!,

ingin duduk tenang di tempat paling nyaman, Dan pulang!.



Namun hidup mengajarkanku

bahwa tidak semua lelah bisa langsung selesai. Ada proses yang harus dijalani,

ada air mata yang harus disembunyikan,

dan ada perjuangan yang tak selalu dimengerti orang lain. Meski letih, Aku berusaha belajar tersenyum,

belajar terlihat kuat meski sebenarnya hampir menyerah.


Setiap pagi aku kembali bangun,

mencoba menyusun semangat yang berantakan, Aku paksa diriku berjalan lagi,

meski langkah terasa risau, Karena saya yakin!, di balik semua ini, aku punya satu tujuan sederhana yang terus membuatku bertahan.


Aku hanya ingin menyelesaikan semuanya,

Menyelesaikan tugas-tugasku, menyelesaikan semua tanggung jawabku, menyelesaikan apa yang sudah aku mulai, meski berkali-kali ingin berhenti.


Aku ingin sampai di satu titik yang damai,

Di mana aku bisa menarik napas dengan sangat lega.

Tanpa perlu lagi dikejar bayang-bayang batas waktu, Tanpa cemas pada kegagalan, tanpa pura-pura bahagia.


Dan setelah seluruh riuh ini berakhir, aku ingin pulang. 

Pulang ke tempat yang membuat hatiku merasa cukup,

Kembali pada dekapan hangat yang meruntuhkan dinginnya dunia.

Pada suara menenangkan yang selalu mampu menghapus luka,

Pada rumah yang selalu menerima, meski aku datang dengan sisa-sisa tenaga.


Sebab ternyata, di tengah kerasnya dunia yang fana,

Impian terbesarku bukan lagi tentang menjadi yang paling hebat.

Bukan tentang tepuk tangan atau pujian yang riuh bergema,

Bukan pula tentang terlihat sempurna di mata manusia.


Impian terbesarku hanyalah ini:

menyelesaikan tugasku, lalu pulang

dengan hati yang tenang.



Karya: Katrin Petege

Gubuk Timepa, 21 Mei 2026

Posting Komentar

0 Komentar