Di ambang waktu yang terus bergulir,
Aku masih di sini, terpaku pada satu muara.
Menghitung detik yang jatuh bagai lara,
Akan kutunggu, akan kunanti,
Hingga pintu hatimu kembali terbuka untukku lagi.
Meski kesetiaanku kau anggap tak ada,
Kau abaikan seolah itu hanyalah debu di pelupuk mata.
Segala peduliku kau biarkan berlalu,
Hanya menjadi desau angin yang tak pernah kau rungu,
Menghilang di balik punggungmu yang kian menjauh.
Aku tak menuntut gunung atau lautan,
Tak meminta bintang jatuh ke dalam pelukan.
Aku tak meminta banyak dari hidupmu yang riuh,
Sebab di sela nafas yang kini terasa rapuh,
Hanya satu yang kupinta darimu.
Kembalilah menoleh,
Berikan aku satu celah di hatimu,
Tempat di mana cinta ini tak lagi dianggap angin lalu.
Hingga saat itu tiba,
Aku akan tetap menanti di sini, dalam setia yang tak bertepi.
Jayapura, 11 Aplir 2026
Karya Melkias Butu

0 Komentar