Aku selalu memimpikan kota besar Holandia. Sebuah kota yang ramai, penuh cahaya, dan memberi peluang bagi siapa saja yang berani bermimpi. Namaku Nikmen, dan sejak dulu aku tahu, aku tidak hanya ingin hidup aku ingin berjuang, belajar, dan mengukir jejak di dunia yang penuh tantangan ini. Passion-ku bukan sekadar hobi; ini adalah panggilan hati. Dan di perjalanan ini, Kakawalis Magai selalu menjadi cahaya penuntun, mengajak kami, para mahasiswa Simapitowa, untuk menjadi pribadi yang kuat, progresif, dan berani mengambil langkah besar dalam pendidikan maupun organisasi.
Hari-hari pertamaku di kota besar bukanlah cerita yang mudah. Suasana kota yang sibuk, hiruk-pikuk kendaraan, dan bangunan tinggi yang menjulang tinggi seolah menegaskan, “Kamu sendirian di sini.” Aku harus mencari tempat tinggal sementara di Hotel Teweii Internasional, menyesuaikan diri dengan ritme kota yang cepat, dan belajar menghadapi tantangan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Ada saat-saat ketika rasa lelah dan rindu rumah menyergap, tetapi setiap kali itu terjadi, aku mengingat mimpiku dan itu memberiku kekuatan untuk tetap melangkah.
Beberapa tahun kemudian, aku mendapatkan kesempatan yang kuimpikan: bergabung aktif dalam komunitas Simapitowa dan terlibat dalam kegiatan organisasi. Aku dipercaya menjadi instruktur di sebuah media ternama, sebuah posisi yang menuntut optimisme, kreativitas, dan tanggung jawab besar. Tugas ini memberiku energi baru dan membuatku menyadari bahwa passion-ku dalam jurnalistik bukan sekadar impian; ini adalah jalan hidup. Sahabatku, Yulianus Magai, yang juga seorang wartawan muda Simapitowa, menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa setiap kerja keras akan membuahkan hasil.
Dalam organisasi, aku belajar lebih dari sekadar teori. Aku belajar tentang dedikasi, ketekunan, dan keberanian mengambil risiko. Aku bekerja hingga larut malam, menghadapi tekanan dan tantangan, tetapi semua itu terasa ringan ketika aku menyadari bahwa aku sedang melakukan apa yang aku cintai. Suatu hari, kesempatan besar datang: meliput seorang pemimpin dalam kepanitiaan penting. Tugas ini berat, penuh tekanan, dan menuntut ketelitian. Namun, aku berhasil. Liputan itu dipuji atasan dan rekan-rekanku. Saat itu, aku merasakan kebanggaan yang tak tergambarkan perasaan bahwa setiap tetes keringat, setiap jam lembur, telah membawa aku selangkah lebih dekat pada impianku.
Kini, ketika kuingat kembali perjalanan ini, aku tersenyum. Tidak ada jalan pintas menuju impian. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Hidup di kota Holandia mengajarkanku banyak hal: kedisiplinan, keberanian, adaptasi, dan arti dari bekerja keras dengan cinta dan penuh semangat. Semua pengalaman itu membentukku menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih percaya diri, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Aku bersyukur kepada Simapitowa, organisasi yang selalu mendorong kami mahasiswa untuk berkembang, bertumbuh, dan mengekspresikan potensi terbaik kami demi Tota Mapiha. Dukungan, motivasi, dan bimbingan dari organisasi ini telah menjadi fondasi dari setiap langkahku, dari mimpi sederhana hingga pencapaian yang kini kucapai. Aku percaya, perjalanan ini baru awal dari kisah yang lebih besar, dan aku siap melangkah lebih jauh, menginspirasi orang lain, serta mewujudkan setiap mimpi yang aku rajut sejak lama.
Penulis: Nimen, Mahasiswa dan Anggota Aktif RPM Simapitowa

0 Komentar