Puisi oleh: Ipou
Betapa aku sangatlah malang,
Rasa pilu kembali menerjang,
Kalau melihat kau berpulang.
Adikku tercinta,
Kaulah pewaris sifat mama,
Namun kini kau telah tiada,
Pergi untuk selama-lamanya.
Entah mengapa begitu cepat,
Aku tak menemukan akarnya,
Kau pergi tanpa isyarat,
Goreskan hati jadi tersayat,
Kau bergegas menuju akhirat.
Begitu cepat kau pergi,
Seakan aku tak menyadari,
Rasa rindu di dalam hati,
Kian membara, hari demi hari.
Aku disini terus meratapi,
Berkawan pilu dan sedih hati,
Ingat wajahmu yang kian menghilang.
Adikku tercinta,
Ada rindu dalam dada,
Semakin lama semakin menggelora,
Pada siapa kuadukan rasa.
Hanya pasrah dan sabar,
Meski hati kian gentar,
Semoga Tuhan mendengar,
Semua keluh dan gusar.
Mengenangmu Wahai Adikku
Kenangan adalah apa yang aku tinggalkan,
Waktu sudah menghapus mu, tinggalkan kenangan dalam sanubari.
Berilah kami ketabahan,
Keluarga yang ia tinggalkan,
Biarkan kami mengikhlaskan,
Untuk menerima pilu dan beban.
Kakak Rindu Padamu
Semenjak engkau pergi,
Ada rasa iri dalam hati,
Melihat orang-orang berbagi kasih,
Dengan adiknya sendiri.
Ya Tuhanku,
Jagalah adikku,
Yang kini berada di Pangkuan-Mu.
Oleh ipou luring
19 April 2026

0 Komentar