Cinta dalam Senyap

 

Foto pribadi penulis 

Di sudut ruang yang kau sebut biasa,

Aku duduk mengeja setiap gerakmu,

Menyusun doa di sela tawa yang kau bagi untuk dunia,

Namun tak pernah sampai pada daun telingamu.


Aku adalah bayangan yang setia di belakang langkahmu,

Yang kau injak tanpa pernah kau rasa kehadirannya.

Aku adalah angin yang membelai helai rambutmu,

Yang kau biarkan berlalu tanpa kata, tanpa sapa.


Pernahkah kau lihat mataku saat kita bicara?

Ada samudera yang tenang namun penuh rindu,

Ada surat-surat cinta yang tertulis di sana,

Namun kau hanya sibuk menatap langit yang biru.


Cintaku ini seperti embun di ujung daun,

Ada, bening, dan tulus memeluk pagi.

Namun kau adalah matahari yang begitu anggun,

Yang datang hanya untuk membuatku menguap dan mati.


Tak apa jika aku tetap menjadi rahasia,

Dalam lembar buku yang tak pernah kau baca.

Karena mencintaimu, meski dalam abaikanmu,

Adalah satu-satunya cara agar aku tetap merasa punya makna.


Jika suatu saat duniamu terasa sunyi,

Tolehkan kepalamu sedikit ke arah kiri.

Aku masih di sini, tetap dengan rasa yang sama,

Menunggumu menyadari bahwa kamulah satu-satunya doa.


Jayapura, 29 Maret 2026

Karya: Melkias Butu 

Posting Komentar

0 Komentar